Menuju Kursi Ketua DPC PKB Ngawi, Tiga Kandidat Jalani Uji Kelayakan Ketat

 

MALANG – Proses seleksi calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memasuki tahap krusial. Setelah terjaring dalam Musyawarah Cabang (Muscab) pada 4 April 2026 di Nata Azana Hotel Ngawi, seluruh bakal calon Ketua DPC PKB se-Jawa Timur mengikuti Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK) yang digelar serentak pada 10–11 April 2026.

Pelaksanaan UKK tahap pertama dipusatkan di Universitas Negeri Malang dengan melibatkan tim profesional dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang. Dalam tahapan ini, para kandidat menjalani psikotes komprehensif guna mengukur kapasitas kepemimpinan, kemampuan analisis, stabilitas emosi, hingga ketahanan dalam menghadapi tekanan politik.

Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, mengatakan bahwa keterlibatan institusi akademik dilakukan untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif, transparan, dan berbasis indikator yang terukur.

“Kami bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang, khususnya Fakultas Psikologi, untuk melaksanakan asesmen ini secara profesional,” kata pria yang akrab disapa Gus Halim tersebut.

Ia menambahkan, hasil dari UKK ini tidak hanya menjadi formalitas, melainkan akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam menentukan figur yang dinilai layak memimpin DPC PKB di masing-masing daerah. Menurutnya, partai membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara elektoral, tetapi juga matang secara karakter dan visi kepemimpinan.

Dari Kabupaten Ngawi, tiga nama turut mengikuti tahapan ini. Mereka adalah Nuri Karimatunissa yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB, H. Anas Hamidi yang merupakan Wakil Ketua DPC periode sebelumnya, serta H. Kalam yang kini menjadi anggota Fraksi PKB DPRD Ngawi.

Ketiga kandidat tersebut dinilai memiliki latar belakang dan pengalaman organisasi yang beragam. Nuri Karimatunissa dikenal aktif dalam penguatan struktur internal partai dan konsolidasi kader di tingkat akar rumput. Sementara itu, Anas Hamidi memiliki pengalaman kepemimpinan dan peran strategis dalam dinamika organisasi partai di tingkat cabang. Adapun H. Kalam membawa pengalaman sebagai legislator yang selama ini terlibat dalam fungsi pengawasan dan penganggaran di DPRD Ngawi.

Pengamat politik lokal menilai, keikutsertaan tiga figur ini menunjukkan dinamika kompetisi yang cukup sehat di internal PKB Ngawi. Masing-masing kandidat dinilai memiliki basis dukungan serta kekuatan yang berbeda, baik dari sisi struktural partai maupun pengalaman politik.

Tahapan UKK ini merupakan bagian dari mekanisme penjaringan yang diterapkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB dalam menentukan kepemimpinan partai di daerah secara lebih selektif. Setelah tahap psikotes, para kandidat dijadwalkan akan mengikuti tahapan lanjutan berupa uji wawancara dan pendalaman visi-misi.

Hasil asesmen dari seluruh rangkaian UKK nantinya akan menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum penetapan Ketua DPC definitif. Keputusan akhir tetap berada di tangan DPP PKB dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari hasil asesmen hingga kebutuhan strategis partai di masing-masing daerah.

Melalui proses seleksi yang melibatkan pihak profesional ini, PKB berupaya memastikan bahwa calon pemimpin yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi, integritas, serta kemampuan manajerial yang memadai untuk menghadapi dinamika politik ke depan, sekaligus memperkuat posisi partai di tingkat daerah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *