Ngawi – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Ngawi menggelar kegiatan Haul Muasis Nahdlatul Ulama (NU) dan PKB pada 15 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri NU dan PKB, sekaligus menjadi momentum spiritual dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan.
Acara tersebut dihadiri oleh Anggota Fraksi PKB, pengurus DPC PKB, kader PKB, jajaran PAC dan ketua ranting se-Kabupaten Ngawi, jajaran PCNU Kabupaten Ngawi, Badan Otonom (Banom)/lembaga di lingkungan PCNU, serta para pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Ngawi. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan kuatnya sinergi antara struktur partai dan struktur ke-NU-an dalam membangun kebersamaan serta perjuangan umat.

Ketua panitia kegiatan, H. Anas Hamidi, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki makna spiritual dan ideologis yang mendalam.
“Haul Muasis ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pendiri NU dan PKB, sekaligus ikhtiar batin untuk memperkuat iman, persatuan, serta semangat perjuangan kader PKB Ngawi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana menyambut Ramadhan dengan penuh kekhidmatan dan kebersamaan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Ngawi, KH Ahmad Tamim, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga semangat perjuangan kader PKB di Kabupaten Ngawi. Ia juga memaparkan capaian politik PKB yang terus mengalami peningkatan signifikan.

“Pada Pemilu 2014, PKB Ngawi memperoleh 3 kursi DPRD. Tahun 2019 meningkat menjadi 4 kursi, dan pada Pemilu 2024 kembali naik menjadi 6 kursi DPRD Kabupaten Ngawi. Ini adalah hasil kerja kolektif seluruh kader dan kekuatan jamaah NU,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan target politik PKB Ngawi ke depan.
“Untuk pemilu yang akan datang, kami menargetkan 9 kursi DPRD Kabupaten Ngawi. Target ini bukan sekadar angka, tetapi bagian dari ikhtiar memperkuat perjuangan politik kerakyatan yang berbasis nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an,” tegasnya.
Dari unsur wilayah, perwakilan DPW PKB Jawa Timur, Thoriqul Haq atau yang akrab disapa Cak Thoriq, menyampaikan bahwa NU dan PKB merupakan dua entitas yang tidak dapat dipisahkan.
“Secara sejarah, PKB lahir dari NU. Politiknya para kiai adalah melalui PKB. Ini bukan hanya hubungan struktural, tetapi hubungan ideologis dan historis yang sangat kuat,” ungkapnya.
Sejalan dengan itu, perwakilan PCNU Kabupaten Ngawi, Drs Afifudin Khoir, kembali menegaskan hubungan historis NU dan PKB serta menyampaikan harapan besar PCNU terhadap masa depan politik daerah.
“Kami berharap akan lahir tokoh Nahdliyin melalui PKB yang mampu menduduki jabatan Bupati atau Wakil Bupati Ngawi pada Pilkada yang akan datang. Ini adalah bagian dari ikhtiar menjaga kesinambungan perjuangan ulama dan umat dalam kepemimpinan daerah,” tegasnya.
Kegiatan Haul Muasis NU dan PKB ini tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi ideologis dan politik, memperkuat sinergi NU dan PKB, serta meneguhkan arah perjuangan PKB Ngawi dalam membangun daerah yang religius, adil, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Hal tersebut selaras dengan tema kegiatan, “Merajut Kebersamaan, Meraih Kemenangan.”
Sekretaris DPC PKB Ngawi yang juga Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Ngawi, Nuri Karimatunnisa, S.Si., menegaskan makna tema tersebut:
“Untuk menjadi kuat harus bersama-sama, untuk menang juga harus bersama-sama. Tidak ada kesuksesan yang bisa diraih sendiri. Kebersamaan adalah kunci kemenangan perjuangan,” pungkasnya.
