NGAWI-Ketua DPC PKB sekaligus Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Ngawi, Nuri Karimatunnisa atau yang akrab disapa Ning Nuri, menggelar dialog bersama pengemudi ojek online (ojol) di Kedai Lebah Madu, Jalan A. Yani, Beran, Ngawi, Sabtu (17/10/2026) sore.
Kegiatan bertajuk Tatap Muka & Sharing Bersama Ning Nuri tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana menyerap aspirasi para pengemudi ojol dari berbagai platform, mulai dari Gojek, Grab, hingga ShopeeFood.
Sekitar 30 pengemudi mengikuti kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.30 WIB. Suasana diskusi dikemas santai melalui obrolan dan ramah tamah, sehingga para pengemudi dapat menyampaikan pengalaman serta persoalan yang mereka hadapi selama bekerja di lapangan.
Dalam kesempatan itu, Ning Nuri menyampaikan bahwa pengemudi ojol memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Di balik pekerjaan mereka di jalanan, terdapat tanggung jawab besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Menurutnya, perbedaan platform maupun warna jaket tidak menghilangkan kesamaan perjuangan para pengemudi dalam mencari nafkah.
“Jaket mereka boleh beda warna, ada hijau, ada oranye. Tapi semangatnya sama: berjuang menghidupi keluarga di rumah. Hari ini saya tidak hanya mendengar keluhan soal orderan dan tarif, tapi saya belajar arti kerja keras yang sesungguhnya,” tutur Ning Nuri.
Pengemudi Ojol Sampaikan Aspirasi
Dialog tersebut juga menjadi kesempatan bagi para pengemudi untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka alami. Sejumlah isu yang mengemuka meliputi perlindungan kerja yang lebih layak, kebutuhan fasilitas penunjang bagi pengemudi di jalan, serta perhatian pemerintah daerah terhadap pekerja sektor informal.
Aspirasi tersebut menjadi catatan penting dalam upaya mendorong kebijakan yang lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat, khususnya para pekerja yang menggantungkan penghasilan dari sektor transportasi daring.
Ning Nuri menyatakan komitmennya untuk membawa berbagai masukan tersebut ke dalam agenda kebijakan publik melalui jalur legislatif.
Ia menegaskan, komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat perlu terus dibangun agar persoalan yang terjadi di lapangan dapat dipahami secara langsung dan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan.
“Negara harus hadir untuk mereka. Silaturahmi ini tidak berhenti di sini, ini adalah awal dari perjuangan bersama,” tegasnya.
Salah seorang pengemudi Gojek, Yayak, mengapresiasi kesempatan berdialog secara langsung tersebut. Ia menilai keterbukaan untuk mendengarkan pengalaman para pengemudi menjadi hal yang berarti bagi komunitas ojol.
“Jarang ada yang mau duduk bareng dan dengerin cerita kami seperti ini. Terima kasih Ning Nuri sudah mau memperhatikan dan mendengarkan suara kami,” ungkap Yayak.
Buka Ruang Dialog dan Alternatif Kepemimpinan
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya membangun komunikasi langsung antara pemimpin, wakil rakyat, dan komunitas masyarakat. Ruang dialog yang terbuka dinilai dapat membantu mempertemukan kebutuhan warga dengan proses pengambilan kebijakan.
Kehadiran Ning Nuri dalam kegiatan penyerapan aspirasi ini juga memberikan warna tersendiri dalam dinamika politik di Kabupaten Ngawi. Pengalaman di parlemen daerah serta keterlibatannya dalam kegiatan sosial menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat.
Ke depan, hubungan antara wakil rakyat dan komunitas lokal diharapkan tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi berlanjut melalui komunikasi dan tindak lanjut atas aspirasi yang telah disampaikan.
Melalui dialog bersama pengemudi ojol tersebut, upaya membangun kepemimpinan yang terbuka, responsif, dan dekat dengan masyarakat kembali menjadi sorotan. Aspirasi warga diharapkan dapat menjadi pijakan dalam mendorong pembangunan Kabupaten Ngawi yang lebih inklusif dan sejahtera.
“Jaket mereka boleh beda warna, ada hijau, ada oranye. Tapi semangatnya sama: berjuang menghidupi keluarga di rumah. Hari ini saya tidak hanya mendengar keluhan soal orderan dan tarif, tapi saya belajar arti kerja keras yang sesungguhnya,” tutur Ning Nuri.